http://www.suarasurabaya.net/v05/kelanakota/?id=8d445778ecfc743b9ef60c6839eec15d200848029Penerapan Bahasa Jawa
Siswa Ada yang Setuju, Ada yang Menolak
suarasurabaya.net| Rencana penerapan penggunaan Bahasa Jawa di lingkungan sekolah mulai Senin (14/01) mendatang membuat pro kontra di kalangan siswa. Ada yang setuju, tapi ada yang menolak.
DANI SWASTIKO siswa kelas 1 SMP Katolik Angelus Custos Surabaya pada Suara Surabaya, mengatakan sangat setuju jika Bahasa Jawa digunakan di sekolah.
"Kita kan tinggal di Jawa, budayanya budaya Jawa. Kalau bukan kita yang melestarikan, lalu siapa lagi? Bahasa Jawa memang gampang-gampang susah. Dari SD kelas 1 sampai 6 saya dapat Bahasa Jawa. Kalau belajar Bahasa Jawa dari buku-buku kan bosan, akhirnya saya buat panduan untuk belajar dengan program Bahasa Jawa," paparnya.
Sementara WAWAN siswa kelas 4 SDN Kaliasin 1 Surabaya justru keberatan jika Bahasa Jawa digunakan di sekolah. Apalagi dua hari Senin dan Selasa.
"Saya gak bisa Bahasa Jawa. Nilai UTS, UAS saya saja 4. Soalnya mama saya dari Medan, ayah dari Solo tapi tidak bisa Bahasa Jawa. Jadi keberatan kalau sampai ada 2 hari di sekolah pakai Bahasa Jawa. Soalnya sulit kalau belajar Bahasa Jawa, lebih gampang belajar Bahasa Inggris," tutur WAWAN.
WAWAN menegaskan, ia menolak kalau gurunya memaksa dia belajar Bahasa Jawa. Apalagi mencari kursus Bahasa Jawa tidak ada, jadi sulit untuk cepat belajar Bahasa Jawa, terutama yang Honocoroko.
Hal sama juga disampaikan AIS siswa kelas 2 SMP Muhammadiyah 1 Surabaya. Ia tidak setuju kalau Bahasa Jawa digunakan di sekolah.
"Pelajaran Bahasa Daerah saja nggak nyambung dan nggak ngerti, apalagi kalau 2 hari menggunakan Bahasa Jawa terus. Tapi kalau Bahasa Jawa Suroboyoan nggak papa," ungkapnya.(ipg)